Home Republika Online

Koran » Boga
Minggu, 15 Januari 2012 pukul 11:24:00

Sushi Fusion


Menikmati sushi tanpa campuran sake? Bisa.Banyak yang ragu untuk makan sushi. Pertama, makanan asal Jepang ini mengandung sake, minuman beralkohol Jepang. Kedua, sebagian bahan makanan yang digunakan, terutama ikan, mentah.Namun, Executive Sushi Chef Sakura Japanese Restaurant Koesriandi Firdaus menepis keraguan itu. "Sushi bisa dibuat halal, kok," tuturnya.Alkohol atau sake yang sering disebut sebagai bahan campuran dalam nasi untuk membuat sushi tak ada dalam bahan yang digunakan Chef Koes. "Tidak perlu pakai alkohol, pakai cuka beras saja, itu halal," tuturnya. Beberapa perubahan dilakukannya untuk menyesuaikan dengan cita rasa masyarakat Indonesia. Jadilah sushi fusion, sushi campur-campur.Isi gulungan sushi yang beberapa macamnya menggunakan bahan mentah pun diganti yang matang. Sebab, menurut Koes, pada dasarnya, semua bahan bisa dimasukkan ke dalam gulungan sushi fusion ini. Bahkan, makanan-makanan tradisional, seperti orek tempe, rendang, semur, dan makanan khas Indonesia lainnya, bisa dimasukkan ke dalam gulungan sushi. Syarat memilih bahan yang akan digunakan sebagai isi sushi hanya satu hal, yaitu tidak boleh mengandung air. "Bahannya jangan basah," tutur chef yang sudah sembilan tahun bekerja restoran di Jalan Sudirman, Jakarta, ini.Nasi khususMeskipun ingin membuat sushi dengan cita rasa Indonesia, beberapa pakem pembuatan sushi tetap dipertahankan. Salah satunya adalah pembuatan nasi. Koes tetap menggunakan beras khusus untuk sushi yang disebutnya dengan beras jepang. Namun, Anda bisa juga menggantinya dengan beras biasa yang diberi campuran sedikit beras ketan. Beras ketan ini akan membuat nasi lebih lengket pada nori dan membuat sushi tidak pecah saat sudah disajikan.Saat mencuci beras, usahakan memakai mangkok atau panci yang tidak berlubang. Dengan mencuci menggunakan mangkok, warna juga vitamin dari beras tetap bertahan. Cara mencucinya, cukup diaduk-aduk dengan air yang banyak selama kurang lebih dua menit. "Perhatikan berasnya, jangan sampai ada yang patah,"...

Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.


Index Koran

Berita sebelumnya :

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact