Senin, 09 Januari 2012 pukul 14:49:00
Kami Yakin Tumbuh 20 Persen
Djoko Pranoto, Presiden Direktur PT United Tractors TbkKrisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat diyakini tidak akan berpengaruh banyak pada sektor pertambangan. Permintaan terhadap komoditas barang tambang, khususnya batu bara, diprediksi akan tetap tinggi pada 2012. Hal inilah yang mendorong PT United Tractors Tbk (UT) sebagai penyuplai alat-alat berat optimistis akan mampu mencapai pertumbuhan sebesar 20 persen pada tahun ini. Berikut wawancara reporter Republika, Ichsan Emrald Alamsyah, dengan Presiden Direktur UT Djoko Pranoto.Menurut Anda bagaimana prospek pemasaran alat berat pada 2012, apalagi ada ancaman krisis di Eropa dan Amerika Serikat?Prospek alat berat pada 2012, apalagi yang berhubungan dengan bisnis kita, yang pasti kita harus hati-hati terhadap kondisi di Eropa dan negara lainnya yang mengalami krisis ekonomi. Akan tetapi, secara keseluruhan di area grup kita di alat berat dan batu bara memi liki prospek positif. Apalagi, kaitannya dengan energi dan kejadian tsunami Jepang memiliki sedikit dampak positif.Peristiwa tsunami di Jepang mengakibatkan banyak negara-negara maju yang amat concern dan mulai menghambat power plant nuklir. Walau tidak semua, akan tetapi banyak negara yang mulai beralih ke batu bara dan ini berdampak langsung pada bisnis kita. Sehingga, kita optimistis kebutuhan batu bara pada 2012 akan meningkat.Apa yang membuat UT begitu optimistis?Core bisnis UT itu ada tiga dan semuanya berhubungan dengan batu bara. Ketiganya, yaitu construction machinery sebagai penyedia dan penyalur alat berat, lalu divisi kontrak pertambangan atau mining contracting di mana PT Pama Persada sebagai anak perusahaan UT merupakan mining contractor terbesar di Indonesia. Kemudian, divisi pertambangan sendiri, di mana kita telah melakukan akuisisi beberapa pertambangan.Akan tetapi, sejauh ini divisi construction machinery masih menjadi divisi terbesar UT, apalagi saat plantation, konstruksi, dan banyak lagi, berkembang pesat. Cuma untuk alat berat, masih lebih banyak ke sektor pertambangan pada 2012. Meski sebenarnya pada 1997 ke bawah, kontribusi penjualan alat berat terbesar memang ke konstruksi, bahkan mencapai 50 persen lebih.Bagaimana Anda melihat kemungkinan perkembangan alat berat untuk sektor konstruksi?Tentu kita amat berharap dari program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang dicanangkan pemerintah, karena seperti yang saya bilang sebelumnya, penjualan alat berat lebih banyak dikonsumsi sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Kami pun berharap ada peningkatan penjualan dari program ini.Lagi pula, Grup Astra International sendiri memiliki kepentingan dalam hal pembangunan infrastruktur. Saat ini, Astra memang gencar mengucurkan investasi untuk pembangunan jalan layang yang beberapa proyek pembangunan jalan tol, di Mojokerto-Kertosono dan Kunciran-Serpong.Indonesia baru mendapat peringkat investment grade, dampaknya ke sektor pertambangan nasional pada 2012?Indonesia mendapat peringkat investment grade di mana investasi relatif kondusif, meski ada prediksi harga batu bara akan menurun pada awal tahun 2012. Namun, tetap bisnis batu bara dan alat berat akan meningkat atau artinya akuisisi tambang semakin semarak meski dampaknya UT akan banyak kompetitor. Akan tetapi, selama...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran