Minggu, 02 Januari 2011 pukul 09:45:00
Memberikan Pelayanan
Pryantono Oemar Gadis teller itu pura-pura terus bekerja ketika di antrean ia melihat pelanggan yang bau badannya nggak ketulungan . Pelanggan itu sudah berada di antrean terdepan, menunggu pelayanan. Teller yang pura-pura terus bekerja itu berharap temannya yang akan melayani pelanggan itu. Tapi, rupanya, teman di sebelahnya ada masalah, sehingga harus bekerja lebih lama untuk pelanggan yang ada di hadapannya.Akhirnya, teller itu tak bisa lagi berpura-pura melama-lamakan pekerjaannya. Ia segera menyelesaikan pelayanan kepada pelanggan di hadapannya. ''Ada yang bisa kami bantu lagi, Bu?'' tanya dia sebelum pelanggan itu meninggalkan dirinya. Itu standar pelayanan. Paling tidak ia harus mengajukan lima kali tawaran bantuan selama ia melayani pelanggan. ''Ada yang bisa kami bantu?''Ia pun mempersilakan pelanggan yang bau badannya nggak ketulungan itu. Tapi, sebelumnya, ia telah menyemprotkan pengharum ruangan secara diam-diam tanpa diketahui para pelanggan. Dengan pengharum ruangan yang ia semprotkan dari bawah meja itu, ia bisa sedikit mengatasi bau badan pelanggan yang akan ia layani.Ia mengucap salam kepada pelanggan itu, kemudian memperkenalkan dirinya, meski pelanggan itu sudah tahu namanya. Kemudian ia meminta pelanggan menyebutkan namanya, meski ia sudah tahu namanya. Kemudian bertanya, ''Ada yang bisa kami bantu?'' Ini standar pelayanan yang harus ia...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran