Home Republika Online

Minggu, 15 Januari 2012 pukul 10:28:00

Tring …Langsung Ketemu


parentingOleh Susie Evidia Y Internet sudah menjadi sahabat rumah tangga, 'sahabat' dalam mengasuh anak. Sejak sambungan internet terpasang di rumah dan kantor pada 1996, Suryatmaning Hany (38 tahun) menyatakan diri bersahabat dengan internet. Tidak hanya urusan pekerjaan, surat-menyurat, segala informasi yang dibutuhkan lebih dulu dilacak melalui internet. Mulai info kesehatan, perkembangan anak, pelajaran sekolah, sampai memilih tempat liburan anak dilacak melalui internet. Tinggal diklik, semua informasi langsung didapat.Hany ingat benar suatu saat sang suami mendadak sakit di tengah malam. Melihat suami tergolek tak berdaya di sofa, ia kebingungan. Namun, tak lama ia dalam kebingungan. Hany langsung meminta 'petunjuk' dari internet.Dia  menelusuri gejala yang dirasakan suami pada larik-larik informasi di internet. "Hanya lima menit searching , indikasi penyakitnya sudah ditemukan," kata alumnus Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) ini lega. Selanjutnya, dia tinggal memanggil taksi untuk mengantar suaminya ke rumah sakit, sementara ia menjaga kedua anaknya di rumah."Sampai rumah sakit langsung masuk UGD. Alhamdulillah, langkah-langkah yang ada di internet saya ikuti hasilnya sudah tepat. Pukul 7 pagi, dokter tinggal melakukan tindakan," papar Hanny yang bermukim di Singapura ini.Sementara itu, Nurul Wulansari (28) selalu mencari informasi berkaitan dengan pengasuhan anak di internet. Sejak putri pertamanya lahir, Mutiara El Firdausa Malita Wibowo, enam tahun yang lalu, ia banyak mencari tahu cara menanganinya melalui internet. Mengapa memilih dunia maya sebagai tempat mencari tahu? Menurutnya, cara ini lebih cepat, mudah, dan simpel. "Tinggal  nyalain , cari apa yang kita butuh, ada semua di internet," ujarnya.  It's Easier Ketika seorang ibu muda yang memang belum banyak makan asam garam dalam dunia pengasuhan anak, biasanya mereka banyak bertanya, dan selalu ingin mencari tahu informasi.Saat ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka, menurut Desy Khoirunnisa (31 tahun), sebenarnya cara yang paling banyak dipilih adalah mencari jawaban di internet. " It's easier , lebih gampang, 'tring ...!' ketemu," ujarnya.Kalau misalnya bertanya pada teman, tetangga atau orang lain, bisa saja orang yang ditanya tidak tahu ataupun mereka sedang repot dan sibuk. "Kita  kan jadi  nggak enak tanyanya, makanya  mending cari sendiri saja," ujarnya.Karena berbagai permasalahan itulah maka internet semakin digandrungi oleh para ibu muda. Mereka bisa lebih puas berselancar ria dan mencari informasi yang lebih tepat di komputer personalnya, tanpa merepotkan orang lain.Selain itu, menurutnya, tulisan-tulisan di internet ini jelas dan terdokumentasi. Kita bisa memperoleh tulisan yang dibuat beberapa tahun sebelumnya, atau bisa juga yang terbaru, tinggal memilih dari ribuan pilihan artikel yang sudah ada.Beberapa orang, juga mulai peduli pada ibu-ibu lain seperti dirinya. Ia pun melihat blog ataupun...

Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.


Index Koran

Berita sebelumnya :

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact