Kamis, 16 Desember 2010 pukul 07:57:00
Belajar Kemandirian dari Iran
Delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang dipimpin Irman Gusman, berkunjung ke Iran pada 3-7 Desember atas undangan Parlemen Iran. Banyak hal dibicarakan, termasuk bagaimana seharusnya hubungan kedua negara ditata lebih baik menjadi poros Jakarta-Teheran. Berikut laporan terakhir wartawan Republika, Selamat Ginting, yang mengikuti perjalanan tersebut.Senyum, senyum, dan senyum. Itulah penampilan yang selalu ditebarkan Manouchehr Mottaki menghadapi lawan bicaranya. Dengan cekatan, ia menjawab semua pertanyaan. Dan dengan diplomatis pula, dijawabnya dalam bahasa Inggris ataupun Parsi.Mottaki adalah menteri luar negeri Iran yang menerima delegasi DPD RI pada pekan lalu. Namun, sejak Selasa (14/12), Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad telah mengganti Motakki dengan Ali Akbar Salehi, yang saat ini menjabat kepala Badan Energi Atom Iran.Mottaki merupakan seorang diplomat karier yang diangkat sejak Agustus 2005. Seperti halnya Ahmadinejad, Mottaki rupanya juga menaruh kebanggaan terhadap Indonesia. Bahkan, dia memuji Indonesia sebagai kebanggaan bangsa-bangsa Muslim.Baginya, Indonesia merupakan entitas dunia Islam, pemimpin negara Gerakan Nonblok, dan pemain besar dalam kawasan. Peran Indonesia di Asia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lanjut dia, juga cukup menonjol.Sejarah Indonesia dan Iran menunjukkan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan, termasuk kesamaan dalam kekhawatiran dan harapan-harapan. Karena itu, persahabatan Indonesia-Iran merupakan potensi untuk saling mengembangkan kemajuan.Menurut diplomat kelahiran Bandar-e-gaz, Iran bagian utara, ini rakyat di Teheran dan Jakarta memiliki keinginan yang sama untuk memelihara kebersamaan tanpa batasan apa pun. Di samping hubungan politik, juga dalam hubungan...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran