Home Republika Online

Jumat, 21 Oktober 2011 pukul 08:35:00

Gejolak Papua Terabaikan


Erdy Nasrul, Bilal RamadhanJAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai mengabaikan gerakan separatis di Papua dan lebih memilih fokus pada masalah reshuffle kabinet. Masalah separatis Papua sudah ada sejak dulu, namun pemerintah lamban dan tak serius mengatasinya.Menurut anggota Komisi I DPR Gamari Sutrisno, Presiden SBY sebenarnya sudah memahami persoalan separatis di Papua karena pernah menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika itu di Kementerian Polkam sudah dibentuk bagian khusus untuk menangani separatis Papua, yang bertanggung jawab kepada presiden."Saya dulu deputinya SBY saat beliau menjadi Menko Polkam," kata Gamari, Kamis (20/10). Sepanjang 2011 ini di Papua terjadi banyak insiden penembakan terhadpa warga dan aparat keamanan yang diduga dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM).Ujungnya, pada Kongres Rakyat Papua III di Distrik Abepura, Kota Jayapura, diakhiri dengan deklarasi kemerdekaan Papua Barat, Rabu (19/10). Padahal, dua kongres sebelumnya relatif lancar meskipun ada pengibaran bendera Bintang Kejora, lambang OPM.Dalam deklarasi kemerdekaan Papua Barat, Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut didaulat sebagai presiden dan Edison Waromi sebagai perdana menteri. Akibatnya, polisi dibantu aparat TNI membubarkan paksa kongres itu dan menangkapi ratusan orang.Gamari mengingatkan, di saat gerakan separatis Papua bergejolak dan menyusun rencana memerdekakan diri, Presiden justru...

Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.


Index Koran

Berita sebelumnya :

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact