Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 08:39:00
Jabiru Bermimpi Mengangkasa
Produk Inovasi SMK (Habis)Oleh Indah Wulandari, Palupi Annisa AulianiKepak sayap burung bangau dari Amerika Tengah, Jabiru, menjadi inspirasi guru dan murid SMK 29 Jakarta untuk merakit pesawat. Produk rakitan pesawat eksperimental keluaran ketiga dari sekolah ini diberi nama Jabiru J430. Mampukah pesawat ini melanglang buana menembus pasar dunia hingga ke negeri asal si leher bengkak Jabiru?Kepala Sekolah SMK 29 Jakarta Dedi Witagama tak berharap muluk-muluk atas kemampuan anak didiknya. "Misi kami dalam proyek perakitan Jabiru agar anak didik kita bisa aplikatif dan percaya diri," kata Dedi. Dia sepenuhnya sadar produk ini masih susah untuk dipasarkan ke masyarakat umum karena harganya tak murah, lebih dari Rp 1 miliar.Saat ini, kata Dedi, anak didiknya masih dalam tahap merakit pesawat. Komponen rakitan itu terdiri atas mesin tunggal dengan piston enam silinder. Komponen pesawat seluruhnya didatangkan dari Australia karena belum mampu memproduksi mesin sendiri. Pesawat dengan panjang delapan meter dan lebar bentang sayap 10 meter ini berkapasitas empat tempat duduk. Salah satu hambatan utama proyek ini, kata Dedi, memang terkait ketersediaan instrumen.Jabiru J430 yang dirakit anak-anak SMK ini tetap menggunakan rancangan berbasis teknologi terkini. Dari segi material, misalnya, badan pesawat dibangun menggunakan bahan komposit, yang mayoritasnya nonlogam. Komposisi material ini seperti diterapkan pada pesawat komersial.Meski mendapat bantuan biaya dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jelas Dedi, pihaknya masih harus mengupayakan izin pengadaan komponen. Beruntung, jejaring penghobi olahraga dirgantara serta Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) turut membantu....
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran