Sabtu, 16 Januari 2010 pukul 09:38:00
Retropeksi Malari 1974
Oleh : Ina Mirawati(Pegawai Arsip Nasional Republik Indonesia)Tulisan ini sebenarnya hanya merupakan retropeksi dari berbagai gerakan mahasiswa pada masa Orde Baru, khususnya Peristiwa Malari tahun 1974. Pringgodigdo (1977) mengatakan, pengawasan demokrasi dilakukan oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan dan untuk kepentingan rakyat. Dalam bukunya Menyulut Lahan Kering Perlawanan , FX Rudy Gunawan (2009) mengutip ungkapan Mao Tze Tung, ''Bakarlah rumput dari yang paling kering.'' Menurutnya, rumput kering yang kerap menyala pada masa Orde Baru adalah gerakan mahasiswa melawan otoriterianisme dan kapitalisme yang tidak hanya melahirkan penindasan dan kemiskinan, tapi juga menciptakan lawan-lawannya. Makin luas penindasan, makin luas pula perlawanan. Ibarat api dilahan kering, ia membakar ke mana-mana.Gebrakan gerakan mahasiswa yang berakhir dengan kerusuhan paling mengerikan pada masa Orde Baru terjadi ketika para mahasiswa pada bulan Mei 1998 berhasil menggulingkan Orde Baru pimpinan presiden Soeharto. Pada Peristiwa Mei 1998 itu, ribuan mahasiswa menuntut reformasi dan dihapuskannya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dengan menduduki gedung DPR/MPR. Malari 1974Setiap pergerakan mahasiswa mempunyai nilai dan karakter yang dinamis. Berbeda dengan gerakan mahasiswa tahun 1998, tahun 1974 konsep politik mahasiswa berubah haluan pada konsep Moral Force . Artinya, mahasiswa hanya akan menjadi aktor politik ketika...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran