Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 08:25:00
Bangsa Mandiri
Oleh Asma NadiaAda rasa haru luar biasa saat membaca berita beberapa siswa SMK di Solo berhasil merakit mobil sendiri dengan komponen dan mesin mayoritas buatan dalam negeri. Terlebih mendengar Wali Kota Solo Joko Widodo dan wakilnya, langsung memutuskan menjadikan mobil tersebut sebagai mobil dinas mereka. Saya yakin, nyaris sebagian besar masyarakat Indonesia merasakan hal yang sama, haru, dan bangga. Akhirnya, Indonesia mempersembahkan mobil nasional karya anak bangsa, bukan sekadar tempelan seperti yang hadir sebelum krisis moneter. Namun, di luar kegembiraan itu, masih muncul beberapa reaksi yang kemudian membuat saya termenung. Ada lontaran bernada sinis terhadap langkah yang diambil sang Wali Kota dan wakilnya. Mereka yang pesimistis mengatakan mobil Kiat Esemka akan sulit berkembang karena akan terbentur pada suku cadang dan uji kelayakan.Yang juga mengherankan ternyata tidak mudah mendapatkan izin operasi mobil tersebut, meski kabarnya sudah diproses sejak dua tahun lalu. Karena perizinan ini juga akhirnya mobil Kiat Esemka hanya bisa dipakai Wali Kota Solo selama dua hari, lalu...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran