Home Republika Online

Rabu, 11 Januari 2012 pukul 13:23:00

Lagi-Lagi Absennya Kepedulian…


Oleh Palupi Annisa Auliani Surya Kanti. Nama ini dipilih menjadi nama yayasan bukan sekadar enak didengar, melainkan nama ini menyimpan sebuah pesan harapan. "Dari bahasa Sanskerta," kata Anna Alisjahbana, pendiri sekaligus ketua umum yayasan. Pesan dalam nama itu adalah "dalam kegelapan masih ada seberkas cahaya harapan".Menantu sastrawan besar Sutan Takdir Alisjahbana ini bukan sehari dua hari menekuni pelayanan kesehatan anak-anak berkebutuhan khusus. Bila pendirian yayasan menjadi acuan maka setidaknya 27 tujuh tahun sudah dia mengabdikan diri di bidang ini. Sejak awal, yayasan didirikan untuk menangani bayi dan anak yang berisiko tinggi menjadi cacat.Rasa miris menjadi hal yang menggerakkan hati Anna untuk pantang menyerah mengelola yayasannya. Simak saja kisah Riana Herlianti (10 tahun). Terlahir normal dari ibu bernama Tati Juwita, otak Riana tak lagi bisa berkembang setelah terserang infeksi pada usia 17 hari.Nahas, pengobatan pun telat didapatkan Riana. Rumah sakit besar di Kota Bandung pun...

Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.


Index Koran

Berita sebelumnya :

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact