Home Republika Online

Jumat, 29 Januari 2010 pukul 14:47:00

Tanda Cinta dari Asma Nadia


Oleh Yusuf AssidiqAda ruang edukasi bagi pembaca yang harus terus diisi.Asma Nadia. Rasanya sulit untuk menemukan orang yang tak mengenal salah satu wanita penulis terkemuka di Tanah Air ini.  Untaian kata-kata yang digoresnya lewat sebuah cerita pendek (cerpen) serta novel telah menginspirasi begitu banyak kaum Hawa di Indonesia. Meski sebagian besar karyanya bertema religi,  nyatanya kalangan non-Muslim pun menyukai buah karyanya.Pamor Asma Nadia bertambah moncer ketika cerpen Emak Ingin Naik Haji yang ditulisnya diangkat  sutradara Aditya Gumay ke layar perak. Emak Ingin Naik Haji ditulis ibu dua anak itu tiga tahun silam. Semua berawal dari perenungannya terhadap perjuangan berat warga tak berpunya untuk mengunjungi rumah Allah SWT, Ka'bah di Tanah Suci.Hati Asma Nadia bersyukur. Cerpen  Emak Ingin Naik Haji yang diangkat ke layar perak disambut hangat pemirsa. Pujian dan apresiasi mengalir dari mana-mana. Penontonnya pun berasal dari lintas generasi, agama dan strata. ‘’Saya bersyukur,’’ ucapnya. ''Ini seakan menjawab doa saya ketika di Tanah Suci, agar karya-karya saya bisa lebih memberikan manfaat bagi banyak orang.’’ Film yang sederhana, namun menggugah itu diserbu penonton. Bahkan, ada yang menonton lebih dari satu kali. ...

Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.


Index Koran

Berita sebelumnya :

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact