Sabtu, 03 Januari 2009 pukul 13:32:00
Bisnis Mal tak Bakal Terimbas Krisis
Prosentase belanja orang Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Karena itu konsumsi masyarakat di 2009 tetap tinggi dan akan membantu Indonesia kelar dari krisis.Krisis ekonomi yang menghantam Amerika Serikat dipastikan tidak akan berdampak besar terhadap bisnis retail di Indonesia pada 2009. Hal ini diungkapkan pengamat retail Indonesia, Handaka Santosa, akhir pekan lalu. Ia menambahkan, banyak tanggapan yang muncul terkait dengan krisis yang terjadi saat ini. Termasuk yang memberikan tanggapan pesimistis. Namun Handaka tetap optimis bisnis retail Indonesia akan tetap tumbuh. Karena Indonesia telah memiliki pengalaman ketika krisis pada 1998. Jadi, telah punya kesiapan untuk menghadapi krisis. Meskipun begitu, pertumbuhan pada tahun 2009 tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. ''Kalau pada tahun lalu, pertumbuhan retail di Indonesia naik hingga mencapai 20 persen. Tapi untuk tahun 2009, diperkirakan hanya sekitar 5-10 persen,'' kata mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia itu. Hal lain yang menjadikan Indonesia tidak akan terpengaruh krisis adalah tingginya konsumsi masyarakat. Konsumsi yang menunjang, kata Handaka, merupakan salah satu faktor yang membuat Indonesia dapat bertahan pada krisis beberapa tahun lalu. Ia mengatakan, menurut survei yang dilakukan Nielsen, presentase belanja orang Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Karena itu, ia yakin konsumsi masyarakat di tahun 2009 tetap tinggi dan dapat membantu Indonesia melalui krisis. Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPRI), Andreas Kartawinata di...
Berita koran ini telah melewati batas tayang. Untuk mengakses, silakan berlangganan.
Bagi Anda yg sudah berlangganan, silakan login disini.
Bagi Anda yg belum mendaftar berlangganan, silakan registrasi disini.
Index Koran